Nano Satelit Yang Membuat Gentar Negri Tetangga


Trending-topik,- Akhirnya setelah sekian lama dinantikan, Tentara Negara Republik Indonesia (TNI) bertekad untuk mandiri dengan mengembangkan alat utama sistem pertahanan (alutsista) buatan anak negeri.  Ini bertujuan agar militer Indonesia tak perlu bergantung dengan negara lain dan pertahanannya patut diperhitungkan. Tidak hanya mengembangkan produksi senjata yang di serahkan pada perusahaan Pindad, saat ini TNI tengah serius mengembangkan nano satelit, dimana tekhnologi nya tidak main-main.

Prototipe Nano Satelit Milik Indonesia
Pengembangan nano satelit tersebut bekerja sama dengan Universitas Surya, Banten. Nano satelit yang sedang dikembangkan tersebut digadang-gadang mampu menjadi cikal bakal sistem operasi sendiri untuk menghindari sadapan. Selain itu, Surya menuturkan TNI AD bakal mampu menciptakan sistem komunikasi melalui telepon genggam buatan sendiri.

Saat dikonfirmasi media, rektor Universitas Surya, Prof. Yohanes Surya - mengatakan, dengan diciptakannya nano satelit, dapat membuat negara tetangga gentar dengan kekuatan militer Indonesia. Sebab, nano satelit dapat memantau tanpa diketahui pihak lawan.



Pengembangan akan terus di Optimalkan

Sampai saat ini, pengembangan teknologi tersebut di alokasikan bertahan mencapai 5 tahun ke depan, dan nano satelit akan semakin memiliki ukuran seperti kutu. Saat ini, nano satelit berukuran 10 x 20 cm dengan berat 1 kilogram.

"Untuk sampai saat ini, mampu mencapai ketinggian 500 km bahkan sampai 1 ribu km. Jika menggunakan peluncur suatu saat akan mampu lebih jauh dan lebih tinggi, dan bila bahan dasarnya karbon, bisa mencapai 20 kali kekuatannya," terang profesor tersebut.

"Ada sistem secure, HP bisa bikin sendiri di mana security kuat sekali.  Itu berguna untuk komunikasi dan pemantauan, kalau beli satelit nggak bakal bisa seperti itu," imbuhnya.

Agar teknologi militer Indonesia menjadi salah satu yang diperhitungkan di dunia, ia meminta agar penerus dari Kepala Staf TNI AD Jenderal Budiman untuk melanjutkan program kerja sama ini. Budiman yang akan masuk masa pensiun pada September mendatang, menjanjikan program kerja sama ini akan dilanjutkan, bahkan oleh penerusnya.

Ada 15 teknologi yang saat ini dikembangkan didalamnya. Total anggarannya sendiri untuk membangun tekhnologi ini mencapai Rp 31 miliar. Biaya itu dinilai Budiman jauh lebih menghematkan negara daripada membeli dari asing.

-Dikutip dari berbagai media

0 comments:

Post a Comment