ecoATM, Mesin ini mampu membeli ponsel anda
Trending Topik - Apakah anda punya banyak ponsel berserakan dan tidak digunakan dirumah anda? Ataukah nilai jual ponsel bekas anda sangat rendah? jika iya anda dapat dengan mudah menjual ponsel bekas anda di mesin ini. ecoATM merupakan terobosan terbaru dalam memecahkan permasalahan sampah elektronik yang marak saat ini. ecoATM memang mirip seperti mesin ATM tetapi dengan badan yg lebih besar dan merupakan salah satu penemuan yang bermanfaat. Ia merupakan satu-satunya mesin ATM yang mampu membeli barang elektronik bekas anda, baik ponsel ataupun barang elektronik lain. Tujuan perusahaan pembuatnya cukup mulia, yaitu untuk mendaur ulang barang elektronik bekas sehingga sampah elektronik dapat diminimalisir.

Dengan dilengkapi mesin pemindai (scanner), ecoATM dapat mengenali kerusakan fisik pada ponsel anda. Selain itu mesin ini juga akan memeriksa apakah ponsel anda masih mampu bekerja ataupun tidak melalui kabel data yang menghubungkan mesin dengan ponsel anda. Mesin ini diklaim dapat mendiagnosa kerusakan fisik ataupun kinerja ponsel anda dengan cepat.
"Sistem EcoATM dapat bekerja dengan cepat. Ia mampu mengidentifikasi ribuan model ponsel dan perangkat bergerak lain secara akurat. Di layar, Anda akan melihat apa saja kerusakan sistem internal ponsel Anda. Kemudian, dia akan menawarkan harga yang sesuai dengan kondisi," ucap CEO EcoATM, Tom Tullie.
Cara kerja mesin ini sangat simple, anda tinggal memasukan gadget anda ke tempat yang disediakan. Kemudian mesin akan mulai melakukan pemeriksaan terhadap kelayakan gadget anda. Lalu mesin akan menawarkan harga yang sesuai pada anda. Anda dapat menyetujuinya ataupun membatalkannya.
Nilai jual yang ditawarkan mesin ini berdasarkan data-data harga jual pasaran gadget yang ada sehingga tidak akan mengecewakan penjual.
Selama masa uji coba, mesin ini telah mengumpulkan puluhan ribu perangkat yang mana sekitar 50 persen dari ponsel yang dikumpulkan dan dijual kembali karena kondisinya yang masih bagus, sementara 50 persennya di daur ulang.
0 comments:
Post a Comment