Masalah Sampah Plastik Tak Sekedar di Darat


Trending-Topik, - Tahukah Anda bahwa kantung plastik digunakan rata-rata 25 menit, dan setiap orang rata-rata menggunakan sekitar 71 kantung plastik? Sedangkan untuk menghancurkan dan menguraikannya secara alami dibutuhkan waktu sekitar 500 tahun? Dilautan sendiri masalah sampah plastik ini sendiri menjadi masalah sendiri. 

Contoh saja ketika kita berwisata di pantai, tiba-tiba ada sesuatu yang menyentuh kaki yang bukan lain merupakan sobekan-sobekan plastik yang terbawa ombak pantai. Apakah ini merupakan suatu kebetulan? Sepeti dikutip dari harian dw, dalam Konferensi Perlindungan Laut Internasional di Berlin, Jerman beberapa waktu lalu sekitar 200 pakar mendiskusikan masalah ini. Tepatnya pada Jumat (12/04/2013) lalu, Ikatan Lingkungan Hidup dan Perlindungan Alam Jerman (BUND) menyerahkan pernyataan bersama dari sejumlah organisasi perlindungan alam Eropa kepada Menteri Lingungan Hidup, Peter Altmaier. Para pakar ini menyatakan bahwa sekitar 100 hingga 150 ton sampah yang ditemukan di laut adalah sampah plastik. Jumlahnya terus bertambah, sekitar 6,5 juta ton per tahunnya. Menurut keterangan program lingkungan PBB, sekitar 13.000 partikel plastik bisa ditemukan di setiap kilometer persegi areal laut. Arus menyebarkannya ke seluruh dunia.
Bagaimana sampah-sampah plastik ini sampai dilautan? Ada sekitar 80 persen sampah itu berasal dari daratan. Tempat penampungan sampah yang terbuka seperti di Inggris dan Belanda menyebabkan sampah bisa terbawa angin. Lewat sungai sampah kemudian sampai ke laut, kata Nadja Ziebarth, pakar perlindungan laut pada BUND, dalam wawancara dengan Deutsche Welle. Sektor perikanan juga menyebabkan sampah di laut, misalnya dengan membuang jaring yang sudah tidak dipakai ke lautan. 

Bagaimana sampah laut di dalam negri? Seperti kita tahu, beberapa waktu lalu, tepatnya usai pesta tahun baru dilakukan pantai terkenal di Indonesia, Pantai Kuta - Bali, dibanjiri oleh tumpukkan sampah kiriman yang diantaranya merupakan sampah plastik yang jumlahnya mencapai berton-ton. Sampah-sampah tersebut tampak menumpuk di pinggir pantai, mulai kayu ukuran kecil hingga sedang, buah kelapa yang sudah tua, botol minuman bekas, hingga aneka jenis sampah plastik.

Bagaimana masalah sampah plastik ini mulai ditangani? Lebih dari 10 tahun, para peneliti mencoba untuk mengungkap masalah pengotoran laut berdasarkan burung laut yang mati. Rata-rata ditemukan 31 partikel plastik di lambung bangkai hewan yang biasanya terdampar di pesisir pantai. Dari data ini para peneliti memperkirakan pada setiap kilometer persegi permukaan air ada sekitar 18.000 partikel plastik. Kadang ukurannya sangat kecil, kadang sebagai kantong plastik utuh. Untuk saat ini, hampir semua Badan Perlindungan Lingkungan dan Organisasi-organisasi perlindungan lingkungan saat ini berbondong-bondong mengusulkan agar semua supermarket dan toko-toko tidak lagi memberikan kantung plastik secara gratis kepada konsumen. Kabar baiknya sudah jadi kenyataan di banyak negara. Di negara-negara, di mana daur ulang dan pengolahan sampah belum berkembang baik seperti di Kenia dan Uganda dan negara-negara Afrika Timur, seperti Ruanda dan Tansania, kantung plastik harganya mahal atau dilarang sama sekali.  kantung plastik sudah tidak diperdagangkan sejak tujuh tahun lalu. Demikian halnya seperti di Bangladesh dan Bhutan.

Bagaimana pembaca? Tentunya kita menyadari bahwa ancaman bumi ini akan "menjadi gudang sampah plastik" masa depan bagi anak cucu kita, maka dari itu mari kita bersama kurangi penggunaan kantung plastik, mulai dari hal kecil misalnya dengan cara pergi berbelanja membawa tas sendiri. :)

0 comments:

Post a Comment